Minggu, 08 Juli 2012

Kualifikasi Piala Asia U-22: Indonesia Vs Timor Leste Skor 2-0


  


Pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-22 Sabtu 7 Juli 2012, antara Indonesia Vs Timor Leste berakhir dengan skor 2-0 untuk Indonesia. Dengan hasil ini, peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia masih terbuka.

Bertanding di Stadion Utama Riau, Garuda Muda langsung tampil menekan. Hanya saja penyelesaian akhir yang belum masksimal, membuat semua peluang timnas tidak bisa dikonversikan menjadi gol hingga pertandingan babak pertama berjalan 40 menit.

Usaha Indonesia untuk memecah kebuntuan, akhirnya datang ketika waktu berada di penghujung laga babak pertama.

Tendangan keras Nurmufid Fastabikul, gagal dihalau kiper Ramos Saozinho yang membuat bola bergulir masuk ke gawang Timor Leste.



Hingga 45 menit dan tambahan waktu berakhir, skor 1-0 untuk Indonesia menutup laga diparuh pertama.

Di babak kedua Indonesia yang telah unggul 1-0, tercatat mampu menguasai jalannya pertandingan sepanjang 90 menit. Meskipun sesekali Timor Leste coba menekan melalui serangan balik cepat.

Kurniawan, Agus Nova, Rasyid dan Hendra Bayauw terlihat beberapa kali mengancam lini pertahanan Timor Leste. Puncaknya adalah ketika di menit ke-82 Andik Vermasyah yang telah berhadapan dengan penjaga gawang Timor Leste, gagal memanfaatkan peluang itu untuk menjadi gol.



Namun tidak menunggu waktu lama, Indonesia berhasil menggandakan kemenangan  menjadi 2-0 melalui Agung Supriyanto.

Agung yang lepas dari jebakan offside, mampu memperdayai Ramos Saozinho dengan menempatkan bola ke tiang dekat.

Hingga 90 menit dan tambahan waktu berakhir, skor 2-0 untuk Indonesia tetap bertahan dan penutup laga pertandingan malam ini.

Susunan Pemain:

Indonesia: Aji Saka, Dany Saputra, Syaiful Indra, Nurmufid, Andik Vermasyah, Kurniawan, Rasyid, Agung Supriyanto, Yosua Pahabol (Hendra Bayauw), Agus Nova, Syahroni.
Timor Leste: Ramos Saozinho, Raimundo Sarmento, Silva, Ramon De Lima Saro, Gligario Roafido, Paulo Helber, Jose Carlos Fonseca, Nicloalao Higinig, Da Cruz, Diogo Santos, Mrcos D Jesus.


   


Top Skor Euro 2012: Fernando Torres Bawa Pulang Adidas Golden Boot





Sukses Spanyol menjadi raja di final Euro 2012 setelah menghajar Italia 4-0 diikuti oleh keberhasilan Fernando Torres meraih gelar top skor. Oleh karenanya, striker Chelsea tersebut berhak membawa pulang trofi Adidas Golden Boot.

Sejatinya, Torres hanya mampu mencetak tiga gol sepanjang turnamen ini. Jumlah itu sama dengan koleksi milik Mario Balotelli, Mario Mandzukic, Cristiano Ronaldo, Mario Gomez, dan Alan Dzagoev.

Namun, UEFA menerapkan regulasi khusus jika ada pemain yang mengoleksi jumlah gol yang sama yang terbagi dalam dua kategori.

Kategori pertama adalah jumlah assist yang dicetak sang pemain. Dalam hal ini, Torres bersama Gomez sama-sama mencetak satu assist sepanjang turnamen. Sementara empat pemain lain sama sekali tak membuat assist.




Dan kategori kedua adalah jumlah menit bermain. Semakin sedikit menit bermain yang dimiliki, maka semakin besar kesempatan pemain tersebut menjadi pemenang karena efektifitasnya. Dalam hal ini, Torres mengungguli Gomez. Di Euro 2012 ini, Torres hanya mengoleksi menit bermain sebanyak 189 menit. Sedangkan Gomez tampil dalam 282 menit.



Berikut adalah data lengkap keenam pemain tersebut dalam penentuan gelar top skor:

Fernando Torres: 3 gol, 1 assist, 189 menit

Mario Gomez: 3 gol, 1 assist, 282 menit

Alan Dzagoev: 3 gol, 0 assist, 253 menit

Mario Mandzukic: 3 gol, 0 assist, 270 menit

Mario Balotelli: 3 gol, 0 assist, 331 menit

Cristiano Ronaldo: 3 gol, 0 assist, 480 menit







Spanyol Juara Piala Eropa 2012



   KIEV --  Spanyol mencetak sejarah. Usai menggagahi Italia di babak final Piala Eropa 2012, Senin (2/7) dini hari WIB, tim Matador berhasil keluar sebagai juara Euro 2012.

Kesuksesan ini mengantarkan Spanyol menjadi negara pertama yang berhasil mempertahankan gelar Piala Eropa. Tak hanya itu, Spanyol juga menjadi negara pertama yang merebut tiga gelar di turnamen besar secara beruntun, yakni Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.



Ya, empat gol yang bersarang di gawang Gianluigi Buffon membuat Spanyol ditasbihkan sebagai raja diraja Eropa. Hujan gol itu mengantarkan Spanyol menyabet gelar tropi Henry Delaunay untuk kali ketiga sepanjang sejarah, sejak meraih tropi pertama pada Piala Eropa 1964.

Dalam laga yang digelar di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina Spanyol memang terlalu tangguh bagi Italia yang kehilangan bentuk permainan terbaiknya. Andrea Pirlo seperti kehilangan sentuhan magisnya. Sementara Mario Balotelli gagal menjadi 'Super Mario' di partai puncak. Duetnya bersama Antonio Cassano di lini serang 'mati kutu' menghadapi kokohnya barisan pertahanan Spanyol. Penampilan Italia di hadapan Spanyol bisa dibilang antiklimaks malam itu.



Empat gol Spanyol disarangkan David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Matta. Silva merobek jala Buffon lewat sundulan di menit ke-14 usai memaksimalkan umpan tarik Cesc Fabregas. Sementara Alba berhasil memaksa Buffon memungut bola untuk kali kedua dari gawangnya di menit ke-41. Alba yang melakukan overlap tak menyia-nyiakan 'Tru Pas' Xavi Hernandez dan langsung menaklukkan Buffon.

Dan, Italia kian terbenam setelah Fernando Torres mencetak gol di menit ke-84. Torres yang masuk menggantikan Fabregas berhasil membuktikan ketajamannya. Gol itu membuat pundi-pundi gol Torres di Polandia dan Ukraina menjadi tiga gol, atau setara dengan Mario Balotelli dan Mario Gomez. Matta menutup pesta gol Spanyol ke gawang Italia di menit ke-88 usai menerima umpan Torres.

Kemenangan empat gol tanpa balas yang diraih Spanyol dari Italia menjadikan final tersebut sebagai final tersubur sepanjang sejarah perhelatan Piala Eropa. Rekor kemenangan terbesar dicetak Jerman Barat saat menghancurkan Uni Soviet, 3-0 di partai final Piala Eropa 1972.

"Champione..champione...ole, ole, ole..." teriak para pemain Spanyol usai peluit panjang digelar. Sementara para pemain Italia seperti, Balotelli, Buffon dan Andrea Pirlo terlihat menangis di sudut lapangan lainnya.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/piala-eropa-2012/news-piala-eropa-2012/12/07/02/m6i21s-spanyol-juara-piala-eropa-2012

Minggu, 06 Mei 2012

Final Piala FA Chelsea vs Liverpool 2012



   


 London - Chelsea meraih gelar juara Piala FA musim 2011/2012. Dalam laga final menghadapi Liverpool di New Wembley, Minggu (6/5/2012) dinihari WIB, The Blues menang dengan skor 2-1.

Tampil dominan sejak awal laga, Chelsea lebih dulu unggul dua gol masing-masing melalui Ramires di menit 11 dan Didier Drogba di menit 52. Sementara gol balasan Liverpool dibuat Andy Carroll pada menit 64.

Kemenangan ini jadi capaian hebat Chelsea bersama caretaker Roberto Di Matteo. The Blues bahkan bisa meraih satu trofi lagi andai menang di final Liga Champions menghadapi Bayern Munich dua pekan dari sekarang. Secara keseluruhan, ini merupakan titel ketujuh 'Si Biru' di Piala FA.



Sementara buat Liverpool, skor 1-2 membuat mereka harus memupus harapan meraih gelar ganda di musim ini. Steven Gerrard dkk sebelumnya sudah mengangkat piala dari ajang Piala Liga Inggris.

Jalannya Pertandingan

Peluang pertama dalam pertandingan Chelsea vs Liverpool langsung berujung gol di menit 11. Mendapat umpan terobosan dari Juan Mata, Ramires berhasil menusuk dari tengah lapangan ke kotak penalti Liverpool. Setelah pergerakannya tak bisa dihentikan Jose Enrique, sepakan Ramires di dalam kotak penalti ke arah tiang dekat gagal dihalau Pepe Reina. Chelsea unggul 1-0.

Fernando Torres - Liverpool v Chelsea - FA Cup Final

Dua menit berselang Liverpool nyaris menyamakan kedudukan. Sepakan Craig Bellamy dari tepi luar kotak penalti terhadang tubuh Branislav Ivanovic di muka gawang.

Pada menit-menit berikutnya Chelsea tampil lebih dominan dalam penguasaan bola, namun begitu mereka tak mampu menciptakan peluang lainnya. Sementara Liverpool gagal mengembangkan permainan, di lini depan Luis Suarez nyaris tak berdaya karena terisolir pemain belakang Chelsea.

Baru empat menit sebelum jeda The Reds punya peluang. Dari umpan kepala Henderson, tandukan Suarez dari dalam kotak penalti masih terlalu lemah dan arahnya melebar.

Babak kedua baru berjalan tujuh menit, Chelsea berhasil memperbesar keunggulan. Kali ini Didier Drogba yang mencatatkan namanya di papan skor dan membuat The Blues unggul 2-0.

Gol kedua Chelsea dibangun dengan sangat rapi dari tengah lapangan melalui umpan-umpan pendek. Mendapat sodoran bola dari Frank Lampard, Drogba berhasil menjaga si kulit bundar meski dalam kawalan Martin Skrtel. Sepakan mendatar yang dilepaskan striker Pantai Gading itu mengarah ke tiang jauh dan kembali gagal dihalau Pepe Reina.

Masuknya Andy Carroll di menit 55 membawa pengaruh besar buat Liverpool. Striker mahal itu mencetak gol yang mengubah kedudukan jadi 2-1 di menit 64. Gol tersebut bermula dari Ivanovic yang kehilangan bola di sisi kanan pertahanan Chelsea. Dapat bola liar, Carroll berhasil melepaskan tembakan meski dalam kawalan ketat John Terry. Sepakan keras yang dia lepaskan dari dalam kotak penalti mengarah ke sisi atas gawang. Skor pun berubah jadi 2-1.

Gol tersebut membangkitkan permainan Liverpool, mereka kini gantian mendominasi pertandingan dan terus menekan Chelsea. Salah satu peluang terbaik yang datang adalah saat umpan diagonal Suarez dari sisi kanan berhasil ditanduk Carroll ke dalam gawang, meski kemudian ditepis keluar oleh Petr Cech. Dari momen tersebut, Liverpool sepertinya berhasil menyamakan kedudukan, di mana pemain-pemain mereka sudah mulai berselebrasi.

Namun wasit menyatakan tidak ada gol dalam momen tersebut. Tayangan lambat mengonfirmasi keputusan wasit tepat karena bola belum sepenuhnya melintasi garis gawang saat melayang di udara dan Cech dengan sigap menepisnya keluar. Skor masih 2-1 untuk Chelsea.

Di periode injury time Liverpool punya kesempatan lain saat Caroll lolos dan dapat bola di dalam kotak penalti. Beruntung buat The Blues, Terry berhasil menghalau sepakan keras Carroll sambil menjatuhkan diri.

Susunan Pemain:

Liverpool: Reina, Johnson, Skrtel, Agger, Jose Enrique, Spearing ('55 Carroll), Henderson, Downing, Gerrard, Bellamy ('78 Kuyt), Suarez

Chelsea: Cech, Bosingwa, Ivanovic, Terry, Cole, Lampard, Mikel, Ramires ('76 Meireles), Mata ('90 Malouda), Kalou, Drogba


Fernando Torres - Liverpool v Chelsea - FA Cup Final



Jumat, 23 Maret 2012

SERANGGA TOMCAT


    Tahun 2011 lalu, Indonesia disibukkan dengan ledakan populasi ulat bulu. Kini, pada tahun 2012, Indonesia kembali disibukkan dengan serangga Paederus atau kumbang Tomcat.

Keduanya memang sama-sama serangga. Namun, apakah ledakan populasi keduanya memiliki kesamaan sebab?

Pakar serangga dan hama dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Suputa mengatakan ledakan populasi kedua serangga tersebut bisa dilihat kaitannya.

"Secara langsung, kaitan ledakan populasi keduanya tidak ada. Tapi secara tidak langsung, ada," kata Suputa.



 Kamis (22/3/2012).

     Suputa menjelaskan, populasi setiap jenis serangga selalu bisa mengalami ledakan setiap periode tertentu. Periode ini berbeda pada tiap jenis serangga.

"Ulat bulu juga punya periode outbreak. Di satu tempat dengan tempat lain berbeda. Ada yang setiap 10 tahun, 100 tahun atau lebih," jelas Suputa saat dihubungi.

Outbreak atau ledakan populasi tomcat juga bervariasi di satu tempat dengan tempat lain. Di wilayah Indonesia, belum diketahui periode outbreak-nya secara pasti.

Adanya periode outbreak inilah yang menjadi kesamaan antara ledakan populasi tomcat dan ulat bulu. Di sini, dipahami bahwa ledakan ialah sesuatu yang wajar dan alamiah.



Lalu, mengapa tak terjadi tiap tahun atau sesuai dengan umur tomcat atau spesies serangga lain?

"Ini terkait dengan jejaring makanan yang kompleks, musuh alami dan ketersediaan makanan," kata Suputa.

Dinamika populasi predator dan hewan yang dimangsa pada jangka panjang selalu naik turun. Pada waktu tertentu, akan ada saat dan kondisi lingkungan yang pas yang mendukung outbreak.

"Sebenarnya ada faktor intrinsik yang menyebabkan outbreak. Ini faktor pada serangga itu sendiri. Inilah yang masih misteri," cetus Suputa.

Suputa mengatakan, hingga kini pakar serangga dunia pun belum mampu menguraikan secara pasti sebab utama outbreak suatu spesies serangga.

Di luar hal tersebut, faktor lingkungan juga menjadi perhatian. Kondisi lingkungan, peningkatan karbon dioksida di atmosfer, diduga menjadi salah satu sebab outbreak, walau masih perlu dikaji.

Masih perlu penelitian lebih seksama untuk memahami kehidupan liar kedua makhluk tersebut. Anda tertarik meneliti tomcat dan ulat bulu?